Info Seputar Cabai dan Capsaicin

Posted: Saturday, March 10, 2012 by Ciloty BrotherHoodz Community in Labels:
Comments

      Suatu makanan dapat terasa pedas berkat senyawa kimia yang bernama capsaicin atau allyl isothiocyanate. Zat ini juga lah yang menyebabkan sensasi terbakar pada lidah anda. Capsaicin adalah senyawa kimia yang ditemukan dalam buah-buahan dari genus Capsicum, contohnya paprika. Senyawa ini biasanya terdapat dalam jumlah relatif tinggi pada biji, serta dalam konsentrasi rendah di bagian lainnya.
      Cabai mengandung senyawa kimia yang dinamakan capsaicin (8-methyl-N-vanillyl-6-nonenamide). Selain itu, terkandung juga berbagai senyawa yang mirip dengan capsaicin, yang dinamakan capsaicinoids.

Ketika dimakan, senyawa-senyawa capsaicinoids berikatan dengan reseptor nyeri di mulut dan kerongkongan sehingga menyebabkan rasa pedas. Kemudian reseptor ini akan mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan bahwa sesuatu yang pedas telah dimakan. Otak merespon sinyal ini dengan menaikkan denyut jantung, meningkatkan pengeluaran keringat, dan melepaskan hormon endorfin.
Cabai merah mengandung vitamin C dalam jumlah besar, juga mengandung karoten (pro vitamin A). Kandungan kedua zat ini tidak terlampau tinggi pada jenis yang berwarna kuning dan hijau.

      Capsaicin ini merupakan pertahanan alami yang dimiliki oleh tanaman genus Capsicum yang bertujuan untuk melindungi benih tanaman ini. Capsaicin bekerja sebagai pencegah untuk menghentikan berbagai hewan, terutama mamalia agar tidak memakan buah tanaman ini sehingga tidak merusak biji yang terkandung di dalamnya. Selain itu, capsaicin juga berfungsi untuk melindungi tanaman sebagai senyawa pembunuh jamur parasit.
  • Adapun Manfaat dari Capsaicin diantaranya :
  1. Capsaicin, mampu membunuh sel kanker pada tikus percobaan di laboratorium.
  2. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa capsaicin mampu menurunkan berat badan pada orang yang menderita obesitas.
  3. Capsaicin digunakan untuk membunuh sel-sel syaraf pada pankreas tikus percobaan yang menderita diabetes tipe 1, hal ini memungkinkan sel-sel yang memproduksi insulin untuk mulai membuat insulin lagi.
  4. Makanan yang mengandung cabai mampu memperlambat proses terjadinya risiko penyakit kardiovaskular.
  5. Dianggap mampu mengendalikan pencemaran mikroba pada makanan.
  6. Beberapa penelitian mengatakan bahwa capsaicin memiliki manfaat perlindungan anti ulcer pada lambung yang terinfeksi bakteri H. pylori
      Tapi zat ini jugalah yang membuat orang ketagihan dan kecanduan saat menyantap makanan. Namun, dibalik sensasi rasa pedasnya terdapat berjuta manfaat dan kandungan gizi yg belum kita ketahui sebelumnya. Selain berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan, cabai juga memiliki manfaat lain untuk tubuh.

       Contohnya, pada cabai rawit yang rasa pedasnya luar biasa, ternyata mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A) yang konon dapat mengalahkan kandungan pada buah-buahan seperti mangga, nanas, papaya atau semangka. Bahkan menurut penelitian, kadar mineralnya, terutama kalsium dan fosfor mengungguli ikan segar.

      Sebetulnya di antara jenis-jenis cabai lainnya, paprika merah memiliki kandungan vitamin C yang paling tinggi, hingga dua kali lipat. Sementara kadar betakaroten-nya pun lebih unggul dibandingkan dengan paprika hijau, 9 kali lebih besar. Sebagian besar kandungan betakaroten paprika terkonsentrasi pada bagian di dekat kulit.

  • Manfaat Cabai 
  1. Penyembuh Luka. Jika jari Anda secara tidak sengaja teriris pada saat memasak, pada umumnya Anda akan mencari obat merah untuk menyembuhkannya. Namun walaupun Anda telah memberi obat merah pada luka, rasa sakit/nyeri tetap saja berasa kuat. Alternatif obat merah yang tidak hanya mencegah infeksi tapi juga segera meredakan rasa nyeri dan pendarahan sehingga mempercepat proses penyembuhan adalah cabai merah.Caranya, cabai merah dikeringkan kemudian ditumbuk sampai halus. Setelah itu ditaburkan pada luka-luka. Bubuk cabai tersebut tidak akan membuat perih luka Anda. Justru sebaliknya, cabai akan menghentikan dengan cepat nyeri dan pendarahan yang ada. Ini disebabkan karena adanya zat capsaicin pada cabai merah yang menghilangkan rasa sakit.Foto: Istimewa
  2. Pereda Demam Tinggi. Dibanding dengan pengobatan konvensional, mengatasi demam tinggi dengan cabai merupakan solusi alternatif yang mudah, murah dan cepat. Tapi yang digunakan bukan buah cabainya, tapi daunnya.Foto: IstimewaFoto: IstimewCaranya, pertama ambil segenggam daun cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 sendok minyak selada dan campurkan kedua bahan ini sampai rata. Setelah itu tempelkan ramuan pada ubun-ubun atau dibalurkan pada seluruh badan. Selimuti badan penderita dengan selimut yang tebal. Tak berapa lama, badan akan mengeluarkan keringat, sehingga panas badan akan menurun dengan cepat. 
  3. Meredakan pilek dan hidung tersumbat. Karena cabai mengandung zat capsaicin yang dapat mengencerkan lendir, sehingga lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku juga pada sinusitis dan juga batuk berdahak. 
  4. Mencegah Stroke. Cabai dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabai juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).
  5. Meringankan sakit kepala dan nyeri sendi. Pernah dengar kan nasihat kalau pusing, makan yang pedas-pedas? Nasihat itu ada benarnya karena rasa pedas yang ditimbulkan capsaicin dapat menghalangi aktivitas otak ketika menerima sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf. Terhambatnya perjalanan sinyal ini akan mengurangi rasa sakit yang kita derita. 
  6. Meningkatkan nafsu makan. Karena capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah. 
  7. Menurunkan kadar kolesterol dan sebagai antibiotik alami. 
  8. Memiliki kandungan antioksidan, yang dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan. 
  9. Cabai berkhasiat juga untuk meredakan migrain.
  • Berikut ini adalah beberapa makanan penghilang rasa pedas.
1. Susu atau Produk Susu Lainnya
    Susu, yogurt dan keju dapat menghilangkan rasa pedas. Hal itu karena kandungan lemak dalam produk susu dapat menetralkan rasa panas di mulut.  

2. Gula
     Hamburkan gula pada lidah lalu hisap selama 30 detik. Gula akan menyerap rasa pedas di mulut.

3. Nasi
     Makan beberapa sendok nasi ketika Anda merasa sangat kepedasan. Butiran nasi dapat menarik rasa pedas di mulut.

4. Jeruk Nipis
     Potong jeruk nipis dan hisaplah. Jeruk Nipis dipercaya dapat mendinginkan lidah yang terasa terbakar.

5. Selai Kacang
     Makan selai kacang juga dapat membantu menetralkan rasa pedas. Sama seperti produk susu, selai kacang mengandung lemak yang dapat ‘mendinginkan’ mulut.

6. Jus Buah
     Efek dari makan pedas juga bisa membuat kepala terasa pusing. Jika sudah begitu berarti Anda sangat dehidrasi. Untuk mengatasinya segera minum jus buah untuk menetralkan pedas dan meredakan pusing.
sumber


  • Tapi tahukah Anda bahwa ada bahaya yang mengintai?
  1. Diare
    Gerakan di usus akan menjadi cepat karena makanan pedas, sehingga diare pun bisa mudah menyerang kita. Ketika makanan pedas sudah sampai di usus besar, efek iritasi dari makanan pedas ini akan langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala iritasi. Kepekaan usus yang dimiliki setiap orang tentunya berbeda sehingga berbida pula daya tahan tubuh Anda dengan orang lain. Batasilah konsumsi makanan pedas jika Anda termasuk sensitif pada makanan pedas.
  2. Gastritis
    Grastitis atau mag, adalah rapuhnya permukaan lambung hingga menyebabkan terluka karena adanya peradangan di lapisan lambung. Infeksi akan rentan terjadi pada lapisan-lapisan yang menipis. Hal itu terjadi jika kita terlalu sering mengonsumsi makanan pedas.
  3. Alergi
    Anda pernah merasakan makanan hambar di lidah? itu berarti alergi telah menyerang lidah Anda hingga rasa menjadi pola-pola tertentu. Nafsu makan bisa berkurang jika lidah mengalami alergi akibat makanan pedas. Sebab makanan pedas sama halnya dengan makanan atau minuman yang terlalu panas yang membuat kenyamanan lidah terganggu.
  4. Sensitivitas Lidah Berkurang
    Sensasi rasa secara permanen akan berkurang ketika Anda berlebihan mengonsumsi makanan pedas. Lidah menjadi tidak lagi responsif dalam mengecap rasa. Berhati-hatilah jika Anda merasa semakin lama semakin kuat mengonsumsi makanan pedas, sebab bisa jadi sensitivitas indera pengecap berangsur aus. Lebih fatal lagi porsi makanan pedas tidak dapat kita tolelir karena lidah tidak bisa berfungsi maksimal.
  5. Insomnia
    Jika belakangan ini pola tidur Anda terganggu, curigalah terhadap makanan pedas yang mukin sering Anda konsumsi. Temperatur tubuh akan meningkat dan memicu detak jantung lebih cepat, disebabkan makanan pedas. Hal tersebut terjadi pada siklus pertama menuju saat terlelap. Maka hindarilah kebiasaan memakan yang pedas-pedas sebelum tidur.
 sumber