Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Ebola

Posted: Tuesday, November 4, 2014 by Ciloty BrotherHoodz Community in Labels: ,
Comments

Pada awal Agustus 2014, dunia dikejutkan dengan kejadian luar biasa tentang penyakit Ebola Virus Disease (EVD) atau lebih dikenal Ebola di beberapa negara di dunia. EVD merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus ebola yang menyerang primata dan manusia.


Apa Itu Ebola Virus Disease ?

EVD adalah salah satu penyakit mematikan di dunia dengan persentase 50% - 90%. Penyakit ini awalnya ditemukan di Sudan dan Congo, nama ebola sendiri diambil dari salah satu daerah di Congo tepatnya di sekitar sungai Ebola. Virus ini menyerang primata dan manusia.

Apa Saja Tanda dan Gejala dari Penyakit Ini ?


Adapun tanda dan gejala penyakit ebola antara lain:
  • Demam (>38.5 °C)
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemah dan lunglai
  • Tidak bersemangat
  • Diare (BAB >5x dalam sehari dengan konsistensi cair)
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada bagian perut
  • Timbul bercak-bercak pada kulit hingga tonjolan
  • Perdarahan (batuk berdarah, muntah darah dll)
Gejala ini akan timbul pada rentang hari 2-21 hari dan seringnya muncul pada hari 8-10. Pada kasat mata gejala diatas mirip dengan orang yang terserang flu biasa, namun semakin lama gejala tersebut akan bertambah parah.


Apa Penyebab dari Ebola Virus Disease ini ?
EVD disebabkan oleh lima jenis virus yang berbeda, namun yang sangat berbahaya dan sering menyerang manusia merupakan jenis Ebola Virus (EBOV) atau sering disebut Zaire Ebola Virus.

Bagaimana Cara Penyebaran Virus Ebola ini ?

  • Darah
  • Cairan tubuh
Pada umumnya penyebaran virus ebola terjadi bila seseorang terkontaminasi oleh 2 hal diatas. Hingga saat ini para ilmuan belum dapat memastikan host pertama penyebab penyebaran virus ini sendiri namun mereka meyakini pada awalnya seseorang dapat tertular virus ini dikarenakan oleh gigitan kelelawar pemakan buah ataupun hewan primata (monyet, siamang dll) yang telah terinfeksi virus ebola.


Bagaimana Perjalanan Virus ini di dalam Tubuh Manusia ?
Pada dasarnya manusia memiliki sistem pertahanan tubuh yang sangat-sangat luar biasa fungsinya untuk melawan benda-benda maupun hal-hal asing yang masuk ke dalam tubuh, termasuk virus, bakteri, jamur dan mikroorganisme lainnya, secara otomatis sel-sel imun kita (makrofag dll) akan menyerang semua benda-benda asing yang masuk dan memakannya hingga benda asing tersebut lenyap. Begitu juga dengan virus ebola yang masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan hewan (kelelawar buah, monyet, siamang dll), sistem imun kita akan langsung berusaha untuk memusnahkan virus tersebut, hanya saja pada kasus ini virus yang dimakan oleh sel imun kita tidak mati bahkan mereka berhasil survive dan "mengambil alih" sel imun. Mereka akan ber replikasi memperbanyak diri di dalam sel imun, menghancurkan sel imun, dan menyebarkan virus-virus baru hasil replikasinya ke dalam aliran darah, sehingga jumlah virus didalam tubuh kita akan semakin banyak dan terus bertambah. Organ yang pertama kali terkena ekspansi merupakan organ-organ dengan peredaran darah yang sangat baik seperti hati, ginjal, limpa, otak dan sebagainya. Selain bereplikasi di dalam sel imun seperti yang sudah dijelaskan diatas, virus ebola juga dapat masuk dan bereplikasi di sel-sel tubuh lainnya, seperti disaat virus melewati ginjal, mereka akan masuk dan bereplikasi disana, begitu juga dengan organ-organ lain. Bila seseorang sudah terinfeksi virus ini, maka orang tersebut dapat menularkannya dengan sangat mudah. Saat orang ke1 memiliki luka lalu bersentuhan dengan orang ke2 yang memiliki luka terbuka, dengan kata lain terjadi kontak darah diantara dua orang tersebut maka berpindahlah virus tadi dari orang ke1 ke orang ke2, atau disaat orang ke1 berhubungan (maaf) intim dengan orang ke2, maka virus juga dapat berpindah (melalui cairan tubuh: mani).

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Ini ?
Hingga saat ini belum ada pengobatan yang spesifik yang dapat membunuh maupun menghentikan replikasi virus ini di dalam tubuh manusia, meskipun terdapat beberapa negara yang mengklaim memiliki obat maupun vaksin yang dapat mengobati dan mencegah penyakit ini.

Lalu Bagaimana Cara Mencegah Penyebaran Penyakit Ini ?

Seperti yang dikatakan diatas, belum ditemukan vaksin untuk penyakit ini, dengan kata lain untuk mengurangi faktor resiko terjangkitnya penyakit ini kita harus menjalankan PHBS yaitu Pola Hidup Bersih dan Sehat, dengan cara mencuci tangan dengan antiseptik dan alkohol, hindari kontak dengan orang suspek ebola dan lain sebagainya.

Dan terakhir, Apakah Ada Kasus Ebola di Indonesia ?

Hingga saat ini tidak. Namun meskipun tidak ditemukan kasus ini bukan berarti kita acuh akan hal ini, tetap waspada dan selalu jalankan pola hidup bersih dan sehat.
Read more

Asupan air perhari

Posted: Thursday, October 23, 2014 by Ciloty BrotherHoodz Community in Labels: ,
Comments

Yaelah udah banyak sarang laba2 aja ini blog, ckckck kasian para reader yang nungguin tulisan baru tiap hari hhehe :p
Oke guys hari ini ane akan berusaha menuliskan apa yang ane tahu dan semoga segala hal yang ane share ini mendapatkan berkah dan pahala bagi kita semua aamiin

Hari ini kita akan membahas tentang "Berapa banyak sih air yang harus kita konsumsi perhari ?"
Mungkin pertanyaan itu udah sering kita dengar dan ane yakin hampir dari semua dari kita pasti udah tau jawabannya :DELAPAN GELAS PERHARI: atau :DUA LITER PERHARI:
yap, jawaban diatas sebenarnya udah bener, tetapi adalah sebuah omong kosong bagi setiap ilmu pengetahuan yang didapat tanpa mengetahui sumbernya darimana.
Ane gak nyalahin jawaban yang ente berikan ataupun jawaban yang ente dapatkan, tapi disini ane akan membubuhkan "sumber" agar ente2 semua makin yakin dan percaya diri dengan jawaban diatas.

Ente pernah dengar orang bernama "Dr. Arthur C.Guyton" ? kalo yang udah pernah denger ya syukur kalo belum ya udah gpp ini ane kasih sediki info. Beliau adalah salah satu bapak Fisiologi dalam dunia kedokteran.

Nah kembali lagi ke masalah air-airan, di dalam bukunya yang berjudul "Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall" menerangkan bagaimana mekanisme asupan dan pengeluaran cairan dalam tubuh.
 gambar dalam satuan mL

yeaah ini dia penjelasannya
Pangeluaran

  • Insensible -Kulit : Merupakan salah satu proses pengeluaran cairan tubuh melalui difusi kulit, jadi kita semua meskipun gak berkeringatpun kulit tetap mengeluarkan air keluar tubuh melalui uap2 air
  • Insensibe -Paru : Pernah menghembuskan udara dari mulut ke lapisan kaca ? apa yg terjadi ? pengembunan bukan ? nah ini dia evaporasi dari paru, dimana udara akan dijenuhkan di sal.pernapasan dan dijadikan uap air
  • Keringat : pastilah ente2 udah paham apa itu keringat, dan keringat itu dipengaruhi sama kegiatan dan suhu lingkungan
  • Tinja : Did you know tinja ? yaelaah x_x g perlu dibahas apa itu tinja, yang jelas di dalam tinja juga mengandung air ya, g kebayang tinja ente2 semua gda air, serasa kulit di gerus sama kertas pasir, nyesek, sakit, pasti dah bedara2 tuh pant*t ente
  • Urin : Tau urin ? pipis ? kanciang ? air berseni ? hhe, jelas dong ya pipis itu diatur oleh ginjal dan ginjal itu sebenarnya sebagai pengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh kita
Naaaah, dari gambar diatas sudah bisa kan di estimasikan berapa pengeluaran cairan dari tubuh kita dan berapa banyak cairan yang kita butuhkan. Bener ya berarti kita butuh kira2 2L perhari, tapi utk penjelasannya, noh diatas ;) jadi ente2 udah bisa mempertanggung jawabkan pengetahuan yang ente punya, ya paling nggak gak buat ajaran sesat hhoho

Oke guys ane rasa cukup itu dulu yang dibahas di rubik tips kesehatan ini, untuk selanjutnya hmmm nantikan aja hhehe
seeeya

R
Read more

Efek Tidur Larut Malam

Posted: Monday, March 26, 2012 by Ciloty BrotherHoodz Community in Labels: ,
Comments

Jam hidup manusia terbagi atas tiga tahap yaitu delapan jam bekerja normal, delapan jam selanjutnya digunakan untuk kerja ringan dan delapan jam lainnya untuk istirahat total. Tidak ada yang dapat menggantikan jam biologis ini, meskipun manusia menyuplai berbagai macam suplemen untuk tetap fit seharian karena suplemen hanya memiliki sedikit peran dalam produktivitas tubuh dan bahkan akan memperparah penyakit akibat menumpuknya berbagai bahan kimia yang berlebihan dan dapat merugikan tubuh. Maka dari itu istirahat yang cukup sangat penting demi menjaga stabilitas kerja tubuh dan menghindari berbagai dampak yang ditimbulkan dari kurangnya waktu tidur malam hari oleh aktivitas tambahan. Nah! Biar lebih memantapkan diri untuk tidak begadang lagi, saya akan bagikan beberapa dampak-dampak begadang yang akan menyerang tubuh anda ketika melakukan aktivitas begadang ini dalam jangka waktu panjang.

DAMPAK POSITIF
  • Membantu proses pembakaran kalori
 
Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Colorado Sleep and Chronobiology Laboratory menemukan bahwa begadang dapat membantu proses pembakaran kalori. Para ahli itu mengatakan begadang dapat membakar kalori sebanyak 135 kalori. Jumlah tersebut setara dengan berjalan kaki sepanjang 3,2 kilometer. Profesor Kenneth Wright, pemimpin penelitian itu mengatakan bahwa jumlah penyimpanan energi yang dibutuhkan untuk menjelaskan epidemi obesitas adalah 50 kalori sehari, sehingga temuan itu sangat berarti. Kendati demikian, Wright menekankan bahwa begadang bukanlah cara yang baik untuk digunakan dalam program penurunan berat badan karena mereka yang menghabiskan waktu lebih dari 16 jam untuk tetap terjaga harus mendapatkan istirahat tanpa jeda selama 8 jam. Itu bertujuan untuk menjaga kondisi beberapa organ tubuh.


DAMPAK NEGATIF

  • Suatu Bentuk Penyiksaan 
Kurang tidur juga merupakan suatu bentuk penyiksaan. Cara ini pernah digunakan untuk menginterogasi orang lain. Korban dibuat terjaga selama beberapa hari, kemudian diijinkan tidur, dan kemudian dibangunkan paksa dengan tiba-tiba dan diinterogasi. Nicole Bieske, seorang pembicara dari Badan Amnesti Internasional Australia mengatakan bahwa setidaknya kekurangan tidur sangatlah kejam dan tidak berperikemanusiaan.
  • Gairah seks menurun
Para ahli melaporkan, kurang tidur pada pria dan wanita menurunkan tingkat libido dan dorongan melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan energi terkuras, mengantuk, dan tensi yang meningkat. Bagi pria yang mengidap sleep apnea-masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur, menyebabkan gairah seksual “melempem”. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Dan hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.
  • Mempengaruhi Otak
Kekurangan tidur dapat mempengaruhi kerja otak. Sebuah studi di UCSD Sekolah Obat-obatan dan Sistem Pengobatan Maju di San Diego, dengan menggunakan teknologi imaging gelombang magnetis untuk memantau kerja otak dalam keadaan kurang tidur, menunjukkan bahwa otak bagian cortex frontal menunjukkan aktifitas yang lebih banyak. Meskipun demikian, kinerja memori menurun sangat drastis pada kondisi ini. Penelitian pada hewan dalam keadaan kurang tidur juga menunjukkan penigkatan dalam produksi hormon stress, yang bisa saja menghambat regenerasi sel pada otak prang dewasa. Beberapa kejadian serangan syaraf yang berdampak kematian terjadi karena sang korban kurang atau bahkan tidak pernah tidur malam. Pernah seorang supir meninggal dunia pada umur 32 karena tidak pernah tidur malam selama kehidupan bekerjanya, padahal ia orang yang menjaga kesehatan, tidak memiliki penyakit, dan kuat.
  • Konsentrasi menurun
Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Pertama, dapat mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam “menguatkan” memori dalam pikiran. Jika tidak cukup tidur, maka kemampuan mengingat hal-hal yang dipelajari dan dialami selama seharian akan menurun. Menurut Sean Drummond PhD, peneliti masalah tidur dari University of California, San Diego, orang yang sedang capek biasanya lebih mudah mengambil risiko dengan harapan mendapat hasil maksimal. Padahal, hal itu justru sering membuat rencana berantakan. Dalam kasus yang biasa terjadi pada mahasiswa. Harus begadang menyiapkan bahan untuk presentasi besok jam 7 pagi. Setalah bahan presentasi diselesaikan, pada saat presentasi, semua ide pikiran lupa untuk dituangkan. Itu dikarenakan otak kita udah lelah dan tidak mampu untuk berpikir lagi. Sehingga menyebabkan konsentrasi menurun.
  • Pelupa
Tidak ingin lupa dengan kenangan terbaik dalam hidup? Cobalah perbanyak tidur. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukkan bahwa peristiwa otak yang disebut sharp wave ripples bertanggung jawab menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, dimana kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur.
  • Ceroboh
Para ahli mengungkapkan, kurang tidur akan membuat kemampuan motorik kita melambat dan kurang gesit. Akibatnya, kita jadi sering gugup, menabrak atau menumpahkan sesuatu. Hal itu disebabkan refleks kita berkurang dan otak kita kurang fokus sehingga kita jadi terlihat seperti orang ceroboh.
  • Kecelakaan
Kurang tidur adalah salah satu faktor bencana terbesar dalam sejarah selain kecelakaan nuklir di Three Mile Island tahun 1979, tumpahan minyak terbesar Exxon Valdez, krisis nuklir di Chernobyl 1986, dan lain-lain. Terdengar berlebihan, tetapi harus disadari karena kurang tidur juga berdampak pada keselamatan setiap hari di jalan. Mengantuk dapat memperlambat waktu mengemudi; setara dengan kondisi mabuk saat menyetir. Sebuah penelitian yang dilakukan Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika memperkirakan bahwa kelelahan merupakan penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.500 kematian terjadi selama setahun di Amerika Serikat, dimana korbannya masih berumur 25 tahun kebawah.
  • Memicu Rasa Gelisah
Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui para penggemar begadang yang memiliki kualitas tidur buruk; reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur. Joyce Walsleben, PhD menyebutkan bahwa tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.
  • Menyebabkan depresi
Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stress, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum yaitu insomnia yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 melibatkan 10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.
  • Gangguan jiwa
Berdasarkan penelitian, kekurangan tidur dapat membantu menjelaskan misteri dari meningkatnya gangguan jiwa di antara anak muda pada dekade ini. Terbiasa begadang untuk menjelajah internet dan chatting di situs jejaring sosial menjadi alasan bagi remaja mengalami kurang tidur. Penelitian itu melibatkan sekitar 20 ribu remaja berusia 17 hingga 24 tahun sebagai subjek penelitian. Kesimpulannya, mereka yang tidur kurang dari lima jam sehari ternyata tiga kali lebih berpotensi mengidap tekanan secara psikologis di tahun berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian itu yang diterbitkan oleh Journal Sleep, satu jam kekurangan tidur punya berarti 14 persen risiko gangguan mental. Professor Nicholas Glozier, yang memimpin penelitian itu, mengatakan bahwa gangguan tidur atau secara khusus disebut insomnia merupakan sebuah prediktor dari berkembangnya depresi pada masa selanjutnya maupun perasaan gelisah. Kurang tidur juga berhubungan dengan masalah kesehatan mental berjangka panjang. Kebanyakan gangguan kesehatan mental kadang kambuh dan hal itu tidak pernah berangsur sembuh dan itulah yang beliau minati secara khusus. Professor yang meneliti pengobatan psikiatri dan tidur di Universitas Sydney ini percaya bahwa kekurangan tidur berkontribusi bagi peningkatan tingkat depresi.
  • Meningkatkan resiko kematian
Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukkan bagaimana pola tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor, bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Kurang tidur juga dapat memengaruhi penafsiran tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Orang yang kurang tidur sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai apa yang kurang terhadap sesuatu.
  • Mudah Lapar
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur bisa mengganggu kadar gula darah dan menyebabkan tubuh memproduksi sedikit leptin, hormon pengendali nafsu makan, dan menghasilkan lebih banyak ghrelin (kebalikan dari leptin). Karena faktor perubahan biologis ini, tak heran jika masih merasa lapar meski baru saja makan yang banyak. Orang yang sedang dalam kelelahan, biasanya lebih suka mengonsumsi gula dan karbohidrat sederhana. Akibatnya, tubuh selalu menagih karbohidrat karena gula darah turun dengan cepat dan perut selalu terasa lapar. Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat. Sehingga menyebabkan orang yang gemar begadang akan terus menginginkan asupan kalori tinggi.
  • Tubuh jadi melar
Jika mengabaikan efek kurang tidur, maka bersiaplah dengan ancaman kelebihan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan dan kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2004, orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari cenderung menjadi lebih gemuk hampir 30 persen daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari. Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin memberi sinyal kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin. Kurang tidur tak hanya merangsang nafsu makan. Hal ini juga merangsang hasrat menyantap makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Riset yang tengah berlangsung meneliti apakah tidur yang layak harus menjadi bagian standar dari program penurunan berat badan.
  • Rentan terserang Diabetes
Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel.Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.
  • Obesitas
Apa sih akan Anda lakukan bila masih terjaga pada saat tengah malam? Tentu saja akan ada rasa lapar. Dengan demikian, Anda telah melebihi porsi makan Anda perhari dengan manambah porsi makan pada waktu begadang. Secara ilmiah, pada keadaan tubuh yang kurang tidur, terjadi gangguan pada hormon yang mengatur metabolisme glukosa yang nantinya akan mempengaruhi nafsu makan. Selain itu, saluran pencernaan pada saat malam hari tidak bergitu aktif untuk mencerna makanan kita, sehingga akan terjadi penumpukan. Asosiasi antara kurang tidur dan kegemukan muncul paling banyak pada usia remaja. 
  • Gangguan pencernaan
Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menyebutkan bahwa kala malam, kadar asam lambung meningkat. Ini diperparah dengan makanan dan minuman teman begadang. Beliau menyarankan untuk tidak makan makanan berlemak. Pasalnya, makanan berlemak membuat kerja lambung semakin berat dan lambat.
  • Mempengaruhi kesehatan kulit
Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Keadaaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah dan lingkaran hitam di bawah mata. Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stress atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit, atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis. Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon pertumbuhan. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong pertumbuhan. Dalam hal ini membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang. “Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak- yang kami sebut tidur gelombang lambat (SWS) – hormon pertumbuhan dilepaskan,” kata Phil Gehrman, PhD, CBSM, Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia.
  • Mudah Sakit
Ini adalah tanda yang paling sering dijumpai. Orang yang kekurangan waktu tidur lebih rentan terkena infeksi. Berbagai penelitian menunjukkan, mereka yang cukup istirahat memiliki sistem imun yang lebih kuat. Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki
  • Gangguan kesehatan secara umum akibat kelelahan
Ternyata dampak dari poin yang di atas dapat menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap infeksi virus, seperti influenza, infeksi usus (diare), infeksi virus hepatitis, demam thypoid, dan demam berdarah.
  • Menurunnya sistem imun
Pada orang yang memiliki kebiasaan begadang, jam biologis otak akan memprogram sistem kekebalan mencapai puncaknya di malam hari dan akan menurun di pagi hari. Padahal micro organisme jahat dan bibit penyakit serta karsinogenik (senyawa penyebab kanker) sangat banyak di udara yang kita hirup di pagi hari. http://uniqpost.com
  • Masalah kesehatan serius
Gangguan tidur dan kurang tidur tahap kronis dapat membawa Anda pada risiko :

        Penyakit jantung
        Kencing manis
        Serangan jantung
        Hipertensi
        Gagal jantung
        Sakit kepala (migran/vertigo)
        Detak jantung tidak teratur
        Gangguan sistem jantung
        Tekanan darah tinggi
        Maag
        Stroke
        Asma
        Gangguan sistem pembuluh darah
        Gangguan kejiwaan
        Gangguan pembuluh darah otak
        Diabetes

    Menurut beberapa penelitian, 90 persen penderita insomnia; gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur dan tetap terjaga sepanjang malam – juga mengalami risiko kesehatan serupa.
  • Sel Rusak
Sebuah riset yang berlangsung dari 1987 oleh ahli kanker Steve Richards menunjukkan korelasi antara kerja malam dan kemungkinan menderita kanker. Orang-orang yang bekerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari ternyata memiliki ketidakseimbangan hormon yang akhirnya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh khususnya pada perkembangan sel-sel rusak yang seharusnya dihancurkan oleh sel-sel imun. Pada tubuh normal, yakni waktu kerja pagi-sore, siklus metabolisme tubuh akan meningkat di pagi hari dan mulai menurun hingga malam hari. Saat seseorang memaksakan untuk terjaga di malam hari, tubuh akan memompa darah sebanyak mungkin dan mendorong sistem imun untuk meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh seperti sel T dan CD4. Bila ‘pemaksaan’ ini dilakukan satu-dua kali, tubuh masih dapat memberikan toleransi tetapi saat menjadi kebiasaan, siklus tubuh yang diatur oleh jam biologis otak (circadian time clock) akan berubah dari default (pagi-sore) menjadi sore-pagi. Ini membuat kekebalan tubuh menurun di pagi hari dimana bibit penyakit dan bahan-bahan karsinogenik bertebaran di udara akibat perubahan suhu dan angin.
Sumber 
Read more

ads ads