Pengaruh Magnet Terhadap Kesehatan

Posted: Thursday, April 19, 2012 by Ciloty BrotherHoodz Community in Labels:
Comments

Pada jaman Yunani kuno, mangnet digunakan untuk mengobati arthritis. Pada abad ke 15, seorang dokter terkenal bernama Paracelsus berpikir bahwa energi magnet dapat menginduksi penyembuhan diri.

Pada Abad Pertengahan, magnet digunakan untuk mengatasi rasa sakit, gout, artritis, keracunan, gangguan pernafasan, masalah peredaran darah, rematik dan kebotakan, untuk membersihkan luka dan untuk mengambil kepala panah dari tubuh.

Sekarang sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa stimulasi magnetik pada otak bisa meningkatkan memori, dan penggunaan magnet dapat diterapkan dalam mengobati penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya.

Manfaat Magnet Untuk Kesehatan yaitu :

1. Memperkuat konsentrasi dan ingatan seseorang.
Magnet memberikan pengaruh yang besar pada beberapa bidang otak seperti ingatan, inteligensi, konsentrasi dan pemahaman. Selain itu, magnet juga dapat membantu dalam gangguan psikosomatik (psyche: jiwa; soma: tubuh) yang disebabkan oleh meningkatnya ketegangan tubuh dan stres. Efek magnet juga dapat dirasakan oleh para insomniak yang sulit tidur dikarenakan oleh ketegangan mental dan kekuatiran. Manfaat magnet dapat direntangkan mulai dari pengobatan sampai terapi psikologis.

2. Melarutkan lemak dalam tubuh.
Magnet ditemukan memiliki efek terhadap jaringan lemak ini dan secara perlahan-lahan dapat mengurangi lemak dan mengurangi faktor obesitas. Penggunaan magnet secara regular dapat membantu dalam membetulkan kecenderungan terbentuknya dan terdepositnya jaringan lemak seseorang. Sama seperti halnya magnet mengoreksi gangguan metabolisme seseorang, demikian juga cara kerja magnet terhadap obesitas.

3. Mengembalikan kelenjar-kelenjar tubuh yang rusak ke kondisi normal.
Magnet ditemukan berefek positif terhadap kelenjar-kelenjar tubuh dengan cara meregulasi fungsi-fungsi mereka sehingga dengan begitu mencegah dan mengobati jenis-jenis penyakit.

4. Meningkatkan system pernapasan.
Kutub selatan dari magnet dapat membuka saluran yang tersumbat dari paru-paru, melebarkan (expand) membrannya, meningkatkan volume pernapasan, dan membawa rasa ringan pada kondisi-kondisi yang menyakitkan seperti bronchitis.

5. Menstabilkan aktivitas jantung.
Dalam beberapa eksperimen yang meneliti mengenai efek dari kutub utara dan selatan dari magnet, ditemukan bahwa gerak jantung dapat diperlambat jika kutub selatan dari magnet digenggam dengan tangan kanan dan akan dipercepat apabila digenggam dengan tangan kiri. Penggunaan magnet secara regular dapat membantu darah melarutkan penyimpanan tak sehat dari kolesterol dan kalsium, yang dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah.

6. Meningkatkan kemampuan homeostasis.
Penggunaan magnet permanen dapat melatih pengaruh yang kuat dari kemampuan regulasi diri ini. Magnet itu sendiri memperkuat kemampuan dan membantu fungsi dari homeostasis dengan lebih efektif. Hal ini menjaminkan koordinasi yang lebih baik dari fungsi tubuh yang bervariasi, meningkatkan daya kerja dari organ tubuh yang berbeda-beda, memperkuat sistem imun tubuh, mempercepat kebangkitan kembali dan peremajaan kembali dari membran-membran, pembuangan yang efektif dari zat sisa buangan jahat dari tubuh dan memberikan tenaga serta kesehatan pada fungsi-fungsi tubuh manusia secara keseluruhan.
Jika sel kekurangan magnet maka akan mempercepat penuaan sel, meningkatkan kekentalan dalam darah, memperburuk fungsi jantung untuk memblokir endapan-endapan dalam sistim sirkulasi, dan lain-lain. Untuk mencegah gejala-gejala kekurangan magnet, kita seharusnya menambah medan magnet di tubuh kita secara tetap.

sumber